Untuk Raga yang Letih di Medan Laga
Minggu, 27 November 2011
Teruntuk...
bagimu yang sudah punya cukup alasan untuk berhenti
bagimu jundi yang tribulasi sudah tak tertahankan lagi
bagimu dai yang kecapaianmu tak terbayarkan di sini
bagimu pejuang yang peluh dan darahmu asat tak mengalir lagi
bagimu mujahidah yang pembelaanmu tak terbilang lagi
bagimu yang terasing dari gegap gempita fana duniawi
bagimu yang bumi seakan sesak karena dipenuhi musuh yang mematai
bagimu sesiapa yang mati syahid menjadi cita tertinggi
bagimu pelayan umat yang namamu tak terkenali
bagimu yang rindu syariah Islam tegak kembali
bagimu yang harapannya tak sebanding dengan lemahnya jasmani
bagimu yang akhirat selalu hadir dan membayangi di setiap mimpi
bagimu yang mengimankan Allah tempat kita semua kembali
bagimu yang iman di dada mendesak ingin direalisasi
bagimu yang pemberani dan tak takut apapun yang menghantui
bagimu yang rela mati demi tegaknya dien ini
bagimu yang kepecundangan tak terpikirkan lagi
bagimu mujahidin yang ujian di jalan iman ini,
sudah jadikanmu alasan yang cukup untuk memilih haluan kiri
bagimu yang merasa sudah cukup banyak berbuat untuk dien ini
bagimu yang kelelahannya sudah lelah mengikuti
bagimu yang kejenuhannya sudah jenuh mengiringi
bagimu yang kebosanannya sudah bosan membersamai
bagimu yang punya 1001 alasan untuk menghenti langkah tak pasti ini
bagimu yang ingin segera melepas kepenatan ini
dan bagimu wahai yang benci dan memusuhi sepenuh hati
kepada keturunan kera dan babi, yahudi
yang kesombongannya mengangkangi al-Qur’an suci
dan kearogannanya menantang ajakan luhur para nabi
serta bagimu yang ingin serba ketidak adilan ini disudahi
juga bagimu yang mengharap saat menatap Allah adalah seindah-indahnya hari
Kusampaikan kekata pelipur lara...
Untukmu yang letih di medan laga...
Semakin pekatnya malam, adalah tanda dekatnya siang.Semakin dahsyatnya makar tipu daya, adalah tanda dekatnya pertolongan.Dari Sang Maha Tunggal, Pemegang kendali skenario perhelatan.Antara mukmin dan kafir sampai akhir zaman.Karena kita selalu mengharap indah pada akhiran.Karena kemanisan selalu datang setelah kepahitan.Karena jannah hanya bisa dibeli dengan perjuangan.Karena akhirat terlalu sayang untuk dinomor-duakan.
Allahumma ij’al khoiro fi umri akhiriha, waj’al khoiri fi amali khowaatimiha, wa khoiro ayyami yauman alqooka fiha...
Aamiin, Allahuma istajib dakwatana...
15 Dzul-Qi'dah 1432 H
Original post by Adib Ibnu Harbin
Description
: Untuk Raga yang Letih di Medan Laga
Rating
: 4.5
Reviewer
: Runanculus Ina
ItemReviewed
: Untuk Raga yang Letih di Medan Laga
KATAKAN KEPADA LEBAH, SIAPA YANG MEMBERINYA MADU ?KATAKAN KEPADA SEMUT SIAPA YANG MEMBERINYA KEKUATAN UNTUK BEKERJA KERAS ? KATAKAN KEPADA GUNUNG SIAPA YANG MEMBUATNYA BERDIRI KOKOH ? KATAKAN KEPADA LANGIT SIAPA YANG MEMBUATNYA TIDAK JATUH TERBALIK ? SEMUA JAWABANNYA : ALLAH ! SUBHAANALLAH, KITA MANUSIA TIDAK PUNYA KUASA APA-APA (USTADZ ARMEN HALIM NARO RAHIMAHULLAH
BalasHapusJANNAH MENANTI
BalasHapus